Posts

Gudang Terbakar di Pluit Gudang Oli, Masih 'Dikeroyok' 25 Mobil Damkar

Jakarta Gudang yang terbakar di kawasan Muara Karang diketahui merupakan gudang penyimpanan oli (sebelumnya diberitakan gudang kertas). Sampai saat ini petugas pemadam kebakaran masih berjuang memadamkan api. "Petugas masih di lapangan untuk memadamkan api. 25 unit saat ini dikerahkan," tutur petugas pemadam kebakaran Jakarta Utara, kepada detikcom, Kamis (22/3/2012). Lokasi kejadian ada di samping pintu masuk Tol Bandara Soekarno Hatta. Menurut Ari, belum diketahui asal api yang memunculkan asap hitam mengepul tersebut. Belum diketahui juga adanya korban dalam insiden tersebut. Ari menambahkan, akibat kebakaran tersebut, lalu lintas macet karena gudang terletak di samping pintu masuk Tol Bandara. Beberapa pengendara yang akan mengarah ke Bandara melambatkan laju kendaraannya untuk melihat asal api tersebut. (fjp/nwk) Lihat Artikel Aslinya Disini

Duet Bareng Polteng Dikritik, Jupe Siap Beri DPR Goyang Pocong

Jakarta Artis Julia Perez meminta agar anggota DPR tidak meributkan goyangnya dengan polisi ganteng (Polteng) Saeful Bachrie. Artis yang akrab disapa Jupe ini mengaku hanya memberi hiburan. Bahkan, dia pun siap kalau ada yang memfasilitasinya menggoyang DPR. "Goyang saya itu jangan dibawa ke hati, nikmatin saja. Atau minta digoyang, nanti saya siap siapkan goyang pocong buat DPR. Biar semua adil, kebagian," jelas Jupe saat berbincang, Kamis (22/3/2012). Dia yakin goyangnya dengan Polteng tidak akan mencemarkan wibawa Polri. Saat digoyang Jupe, Polteng memang memakai seragam polisi lengkap. "Goyang itu kan membuat tidak adanya ketegangan antara Polri dan masyarakat. Jadi bisa bersatu," jelas Jupe. Dia yakin, yang bisa mencemarkan Polri itu bukan goyang dia dengan Polteng. "Korupsi dan rekening gendut yang bisa mencemarkan Polri," tegasnya. Sebelumnya anggota Komisi III Indra mengkritik Polri atas goyang Jupe dan Polteng. Indra menilai harus ada koreksi dar...

Densus 88 Sita Komputer Milik Terduga Teroris di Sumedang

Sumedang Tim Densus Mabes Polri mengamankan satu unit CPU komputer di sebuah tempat counter ponsel dan pulsa dari terduga teroris berinisial C (43). Polisi menggeledah tempat tersebut selama 1 jam. "Barang yang diamankan satu unit CPU komputer dan barang-barang lainnya. Kemudian barang itu dimasukan ke dalam satu kantung kresek," jelas Kapolres Sumedang AKBP Eka Satria Bhakti saat dihubungi detikbandung via ponsel, Kamis (22/3/2012). Eka menjelaskan, Tim Densus Mabes Polri menangkap C di toko Counter Plus Cellular, Jalan Raya Angkrek No.71, RT 1 RW 14 Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Penangkapan dan penggeledahan dilakukan Tim Densus sekitar pukul 13.00 WIB. "Kegiatan penangkapan itu selesai sekitar jam dua siang tadi," ucap Eka. (bbn/ndr) Lihat Artikel Aslinya Disini

Denny: Pemberantasan Tipikor Tak Ringan, Menteri Sampai SK 'Diserang'

Jakarta Surat Keputusan (SK) Menkum HAM tentang pengetatan remisi bersyarat bagi narapidana koruptor digugat oleh 7 napi dan dimenangkan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Menkum HAM melakukan banding. Hal ini bukti nyata perlawanan balik oleh para koruptor. "Jadi pemberantasan korupsi sebenarnya tidak ringan. Kadang-kadang bukan hanya orangnya saja yang diserang bahkan SK-nya pun diserang. Kadang-kadang Wakil Menterinya pun diserang juga," jelas Wamenkum HAM Denny Indrayana. Hal itu disampaikan Denny dalam 'Diskusi Prospek Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi 2012' di Universitas Al Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (22/3/2012). Denny menambahkan, SK mengenai pengetatan pemberian remisi bagi koruptor itu dinilai penggugat di PTUN melanggar UU 12/1995 tentang Pemasyarakatan. "Ini itu UU Pasal 14 ayat 1 yang hanya dibacakan oleh PTUN tetapi ayat 2-nya tidak pernah dibacakan. Di ayat 2 dikatakan pembebasan bersyarat atau ...

Malam Pengerupukan, Denpasar Dimeriahkan Ratusan Ogoh-ogoh

Jakarta Sehari menjelang Hari Raya Nyepi, Umat Hindu di Bali menggelar upacara pengerupukan. Ribuan ogoh-ogoh sebagai simbol keserakahan diarak kemudian dibakar. Ribuan ogoh-ogoh Kamis (22/3/2012) malam ini mulai diarak di masing-masing desa di Bali. Diharapkan usai diarak, ogoh-ogoh segera dibakar. "Untuk para peserta yang sudah selesai mengarak ogoh-ogoh diharapkan untuk mempralina (membakar). Kita minta jangan ada yang menempatkan ogoh-ogoh di pinggir jalan," kata Kasubag Pemberitaan Humas Pemkot Denpasar, Dewa Rai, kepada wartawan Kamis (22/3/2012). Jika nanti ditemukan ogoh-ogoh di pinggir jalan, maka akan diangkut dan diprelina oleh Dinas Kebersihan dan Pertanaman (DKP) Kota Denpasar di setra atau area perkuburan terdekat. Pantauan detikcom, pawai ogoh-ogoh hingga Kamis (22/3/2012) masih berlangsung. Di Denpasar misalnya ada sekitar 500 ogoh-ogoh yang diarak diseluruh wilayah Denpasar, ukurannya beraneka ragam dari ukuran mini layaknya ukuran manusia dewasa hingga ukur...

PDIP Nilai Ilegal Pengerahan TNI dalam Pengamanan Demo BBM

Jakarta Pengerahan TNI dalam menghadapi aksi demonstrasi yang menolak rencana pemerintah menaikan harga BBM menuai kritik. Pengerahan TNI tersebut dinilai tindakan ilegal. "Tindakan yang ilegal karena bertentangan dengan UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI. Dalam pasal 7 ayat (2) dan ayat (3) UU TNI disebutkan bahwa tugas TNI untuk melakukan operasi militer selain perang seperti membantu Polri dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat, harus berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara," ujar anggota Komisi III DPR, Achmad Basarah, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/3/2012). Basarah mengatakan, dalam penjelasan pasal 5 UU TNI disebutkan, yang dimaksud berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara adalah kebijakan politik Pemerintah bersama-sama DPR. Kebijakan itu dirumuskan melalui mekanisme hubungan kerja antara Pemerintah dan DPR dalam rapat konsultasi dan rapat kerja sesuai peraturan perundang-undangan. "Dengan demikian, pelibatan TNI dalam...

Pengerahan TNI ke Istana Bukan untuk Bubarkan Demonstran

Jakarta Istana Merdeka merupakan obyek vital sekaligus simbol negara yang pengamannya juga menjadi bagian tugas dari jajaran TNI. Di dalam konteks tersebut sepasukan TNI-AD sempat disiagakan untuk mengamankan Kompleks Istana ketika sedang berlangsung aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM. "Yang jelas obyek vital dan strategis itu harus dijaga, harus diamankan. Tidak boleh dilepaskan, sehingga situasinya tidak terkendali," kata Jubir Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Kamis (22/3/2012). Menurutnya, keberadaan pasukan TNI bukan untuk membubarkan massa pengunjuk rasa. Melainkan sebatas mengamankan kompleks Istana dari kemungkinan terjadinya kekacauan dan ketidakteraturan yang dampaknya bisa merugikan masyarakat luas. Sedangkan untuk penanganan dan pengendalian massa pengunjuk rasa tetap merupakan wewenang dari satuan Polri. Bahkan penempakan pasukan TNI di sekitar Istana juga dibawah pengawasan dan koordinasi Polri. "Sepenuhnya itu ...